by

PC SEMMI Jakarta Barat Gelar Doa dan Mimbar Bebas atas matinya Demokrasi Dimasa 2 Periode Kepemimpinan Jokowi

-Politik-35 views

 

Jakarta—Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Jakarta Barat gelar doa bersama dan mimbar bebas atas matinya demokrasi di era kepemimpinan Ir.H.Joko Widodo selama 2 periode. Kegiatan tersebut berlangsung di kantor Walikota Administrasi Jakarta Barat sejak pukul 13.00 sampai dengan pukul 15.20. Jakarta, Rabu,(02/12/2020).

Dalam orasinya, Muhammad Chairul Umam menyampaikan bahwa ada begitu banyak persoalan yang tidak bisa di selsaikan oleh Jokowi dimasa kepemimpinannya.

“Dimasa kepemimpinan bapak Jokowi selama dua periode ada begitu banyak yang tidak bisa di selsaikan oleh Jokowi dimasa kepemimpinannya. Jangankan untuk menyelsaikan persoalan bangsa hari ini, bahkan bapak jokowi tidak mampu menyelsaikan apa yang menjadi bentuk janji janji semasa kampanyenya dahulu. Bahkan hak demokrasi yang sudah di atur di dalam  Undang-Undang Dasar (UUD) pasal 9 tahun 1998. Bahkan mirisnya bapak Jokowi seperti mengebiri setiap kebebasan bangsa Indonesia melalui UU ITE salah satunya” kata Umam.

Selain itu jendral lapangan (Jendlap) Yani Suryani dalam orasinya  menyampaikan bahwa setiap periodenya Jokowi hanya mengulang ulang kegagalannya dalam memimpin.

“kartu kuning pertama masa kepemimpinan bapak jokowi merupakan bentuk kegagalannya sebagai pemimpin bangsa Indonesia. Lalu hari ini  Bapak Jokowi mempin dua periode namun membuat gagal lebih daripada periode pertama. Hari hari ini banyak undang undang yang di buat bukan untuk kesejahteraan masyarakat kecil namun untuk membuat senang dan kepentingan pemimpin pemimpinnya sendiri. Kawan-kawan hari ini Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Jakarta Barat  turun ke jalan bukan untuk melawan pemerintahan yang sah, tapi untuk mengingatkan bahwa pemerintah hari ini tidak bisa uncang uncang kaki di singga sana, istana yang sudah rakyat titipkan kepada mereka namun mereka lupa bahwa ada begitu banyak masyarakat yang hari ini kelaparan dan butuh disejahterakan” tegas Suryani.

Selain itu, Chairul Umam menyampaikan bahwa meskipun aksi tersebut tidak mendapatkan pengawalan dari aparatur Negara namunn ia yakin Aksi tersebut akan berjalan aman sebagaimana di maktubkan dalam Undang Undang Dasar (UUD)  pasal 9 tahun  1998  jelas umam.

 

 

 

News Feed