by

ANAK NKRI Gelar Sarasehan dan Konsolidasi, Begini Hasilnya

-Berita-13 views

Jakarta, jurnas.id – Persaudaraan Alumni (PA) 212, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama beserta 170 ormas yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK NKRI) menggelar sarasehan dan konsolidasi di Hotel Sofyan Cut Meutia, Jakarta Pusat, Minggu (30/8/2020).

Pada kesempatan itu disepakati beberapa hal  yang menjadi sikap organisasi. Salah satunya mengenai Rancangan Undang-Undang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU BPIP).

Ketua PA 212 Slamet Maarif menegaskan ada beberapa upaya yang akan ditempuh dalam menyikapi aturan hukum itu. “Kemudian untuk perjuangan, kita tetap mengupayakan agar RUU HIP dicabut dari prolegnas dan BPIP ditolak oleh DPR RI. Maka ada beberapa langkah yang ingin kita sampaikan, pertama kita akan mendatangi MUI untuk menguatkan,” kata Slamet.

Selain MUI, pihaknya akan menanyakan ke unsur legislatif mengenai status dan perkembangan pembahasan RUU yang diketahui sebelumnya bernama Haluan Ideologi Pancasila (HIP) ini.

“Kemudian kita juga akan mendatangi, mengirim delegasi ke DPR RI untuk menanyakan sikap DPR RI menagih janji DPR RI,” tukas dia.

Sementara itu, Ketua GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak, memastikan pihaknya tetap pada sikap menolak  RUU BPIP. “Untuk itu ANAK (Aliansi Nasional Anti Komunis) NKRI tetap akan mengawal proses RUU BPIP karena sewajarnya apabila RUU HIP akan dihentikan, sebenarnya RUU BPIP harus dibahas terlebih dahulu di prolegnas,” tutur Yusuf.

Gelar Nobar

Masih kata Yusuf, dalam konsolidasi itu juga disepakati soal kegiatan yang akan diadakan pada 30 September mendatang.

“Kami pada tanggal 30 September akan mengadakan sebuah hajatan besar, yaitu kita akan khatamul Qur’an yaitu menjalankan khataman Qur’an dan berdoa munajat kepada Allah SWT, serta doa taubat untuk para umat Islam, baik yang berjuang bersama-sama kami, maupun yang berjuang bersama-sama pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat,” tandas dia.

“Setelah itu kami akan mendengar secara bersama-sama di wilayah masing-masing untuk nonton bareng film G30S/PKI alias nobar,” sambungnya. -Bart-

News Feed