by

Soal RUU BPIP, GNPF Ulama : Parlemen Dengarkan Hati Nurani Saja

-Berita-5 views

Rep : Soeki, Red : H.Andry

Jakarta, Jurnas.id – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustaz Yusuf Martak meminta pemerintah maupun DPR, tak memaksakan pembahasan atau pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila yang kini berubah menjadi RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Sebab upaya tersebut berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sudah jangan dipaksakan lagi. Masalah (RUU) BPIP dan omnibus law jangan sampai terjadi konflik horizontal karena yang di bawah ini sudah tidak bisa menerima,” ujar Yusuf, Kamis (28/8/2020).

Menurut dia, cukup banyak organisasi kemasyarakatan (ormas) besar yang menolak RUU BPIP. Tak terkecuali ormas keagamaan besar di Indonesia.

Atas itu, ia menyarankan agar Pancasila sebagai ideologi bangsa, tak perlu diutak-atik lagi melalui RUU BPIP.

Pancasila sebagai landasan bangsa, kata Yusuf sudah final. Apalagi, Pancasila yang sekarang atau yang dirumuskan pada 18 Agustus 1945, merupakan hasil kesepakatan seluruh elemen bangsa termasuk umat Islam.

“Makanya saya bilang sudahlah lebih bagus ini disadari (tak usah ada RUU BPIP),” ucapnya.

Perubahan RUU HIP menjadi RUU BPIP, menurutnya juga menyalahi prosedur. Karena, kata Yusuf, seharusnya perubahan baru bisa dilakukan saat RUU tersebut kembali dimasukkan dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2021.

“Sudahlah adik-adik di parlemen ini dengarkan hati nurani saja,” tandasnya.

 

News Feed