by

Soal RUU BPIP, PA 212 Konsisten Adakan Aksi yang Damai dan Konstitusional

-Berita-13 views

Jakarta, Jurnas.id – Persaudaraan alumni (PA 212) meminta DPR untuk mencabut Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang sekarang diubah menjadi Rancangan Undang-Undang Badan Ideologi Pembinaan Pancasila (RUU BPIP) dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

“Dari awal memang kami FPI, GNPF Ulama, PA 212 serta 170 ormas yang tergabung dalam Anak NKRI itu menolak RUU HIP sekaligus perubahan namanya. Walaupun RUU HIP diubah namanya dengan RUU BPIP, Kita tetap akan menolak dan kita minta dicabut dari prolegnas,” kata Ketua PA 212, Slamet Maarif di Jakarta, Rabu (26/8).

Dikatakan Maarif, Pancasila sudah bersifat final. Sehingga, sangat tidak tepat dilakukan perubahan.”Karena bagi kami makna dan penafsiran Pancasila sudah ada dalam UUD 1945. Sehingga tak perlu ada tafsir-tafsir baru dari siapa pun,” ujar dia.

Dijelaskannya, jika pembahasan RUU BPIP masih terus berjalan, pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya agar legislatif segera mencabut aturan hukum tersebut dari Prolegnas. “Kalau mediasi , komunikasi dan disukusi menemui jalan buntu maka hak warga negara untuk menyampaikan aspirasinya turun ke jalan. Jadi selagi ini (RUU BPIP) masih dibahas kami pasti akan turun ke jalan kalau proses diskusi dan dialog mencapai jalan yang buntu. Kami akan terus turun berjuang sampai RUU BPIP dibatalkan, dicabut dari Prolegnas oleh DPR dan dikembalikan pada pemerintah,” tandasnya.

Walau begitu, ia menjamin setiap aksi yang akan dilakukan, selalu berlandaskan hukum.”PA 212 senantiasa menjaga kedamaian,kebersihan dan toleransi supaya aspirasi umat tersampaikan. Jadi PA 212 ketika aksi tidak pernah melanggar konstitusional dan selalu menyampaikan surat pemberitahuan,” tuturnya.

News Feed